Visi Airbus, Pesawat Masa Depan yang Ramah Lingkungan dan Inovatif

JAKARTA, uccphilosoph.com – Industri penerbangan terus berinovasi untuk menjawab tantangan zaman, mulai dari efisiensi bahan bakar hingga pengurangan emisi karbon. Airbus, salah satu raksasa aviasi dunia, telah memperkenalkan berbagai konsep desain pesawat masa depan yang menjanjikan perubahan besar. Dengan teknologi mutakhir dan pendekatan berkelanjutan, Airbus membayangkan pesawat yang tidak hanya canggih, tetapi juga ramah lingkungan. Berikut adalah gambaran desain pesawat masa depan menurut Airbus yang patut disimak.
Salah satu fokus utama Airbus adalah pesawat lorong tunggal (narrow body) generasi berikutnya, yang ditargetkan beroperasi pada paruh kedua 2030-an. Dalam Airbus Summit pada Maret 2025, CEO Airbus Guillaume Faury mengungkapkan bahwa desain ini akan bersifat evolusioner, bukan revolusioner. Teknologi andalannya adalah mesin open-fan, yang dikembangkan bersama CFM International melalui program RISE (Revolutionary Innovation for Sustainable Engines). Mesin ini memiliki rotor terbuka yang meningkatkan efisiensi aerodinamis, mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 20%, dan menekan polusi suara—solusi ideal untuk penerbangan jarak menengah.
Selain itu, Airbus juga memperkenalkan konsep ZEROe, pesawat bertenaga hidrogen yang diumumkan pada 2020. Terdapat tiga varian: turbofan untuk 120-200 penumpang dengan jarak tempuh 2.000 mil laut, turboprop untuk 100 penumpang pada rute pendek, dan blended-wing body yang menyatukan badan dan sayap untuk efisiensi maksimal. Hidrogen dipilih karena dianggap sebagai bahan bakar bersih yang dapat memangkas emisi karbon secara signifikan, dengan target operasional pada 2035.
Untuk menguji teknologi ini, Airbus berencana memodifikasi pesawat A380 menjadi platform uji coba mesin open-fan sebelum akhir dekade ini. Desain sayap juga tak luput dari inovasi, seperti inspirasi dari burung albatros pada proyek AlbatrossOne, yang menghadirkan sayap berengsel untuk mengurangi turbulensi. Dengan pendekatan ini, Airbus tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga kenyamanan penumpang dan keberlanjutan lingkungan. Pesawat masa depan mereka adalah bukti bahwa aviasi bisa tetap maju tanpa mengorbankan planet kita.