QJMotor Fokus ke Mesin Konvensional, Motor Listrik Belum Jadi Prioritas di Indonesia

JAKARTA, uccphilosoph.com – QJMotor, merek sepeda motor premium asal Tiongkok yang berada di bawah naungan Zhejiang Qianjiang Motorcycle Co., Ltd., telah resmi melangkah masuk ke pasar Indonesia pada Februari 2025. Dalam debutnya di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, QJMotor memperkenalkan empat model unggulan: SRK 800 RR, SRV 600 V, SRV 250 AMT, dan Fort 250. Namun, satu hal yang menarik perhatian adalah absennya motor listrik dalam jajaran produk yang mereka bawa ke Tanah Air. Hingga Maret 2025, QJMotor tampaknya belum tertarik untuk menjual motor listrik di Indonesia—apa alasan di balik keputusan ini?

Debut Kuat dengan Mesin Konvensional

QJMotor memasuki Indonesia dengan strategi yang jelas: menawarkan sepeda motor berperforma tinggi dengan mesin pembakaran internal (ICE) yang mengusung konsep “Fun-Taste-Tech” (Kesenangan, Gaya, dan Teknologi). Keempat model yang diluncurkan—mulai dari sport bike SRK 800 RR hingga cruiser SRV 250 AMT—mengandalkan mesin bensin dengan kapasitas mulai 249,7 cc hingga 800 cc. Harga yang kompetitif, seperti Fort 250 yang dibanderol Rp 49,99 juta dan SRK 800 RR seharga Rp 249,99 juta, menunjukkan fokus mereka untuk menarik segmen penggemar motor premium yang masih didominasi oleh mesin konvensional.

Meski QJMotor secara global memiliki lini produk motor listrik—seperti yang terlihat di situs resmi mereka dan pasar lain seperti Malaysia—tidak ada satupun model bertenaga listrik yang diperkenalkan di Indonesia. Ini kontras dengan tren global dan dukungan pemerintah Indonesia yang gencar mempromosikan kendaraan listrik melalui subsidi Rp 7 juta per unit untuk motor listrik hingga 2024.

Alasan Belum Minat Jual Motor Listrik

Ada beberapa faktor yang mungkin menjelaskan mengapa QJMotor belum memprioritaskan motor listrik di Indonesia:

  1. Pasar Masih Didominasi Mesin Bensin: Indonesia adalah salah satu pasar roda dua terbesar di dunia, tetapi mayoritas konsumen (lebih dari 90% penjualan pada 2024) masih memilih motor bensin karena harganya lebih terjangkau dan infrastruktur bahan bakar yang sudah matang.
  2. Infrastruktur Pengisian Daya Terbatas: Meski jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) meningkat menjadi lebih dari 1.500 unit pada 2025, distribusinya belum merata, terutama di luar Jawa. Ini bisa menjadi hambatan bagi QJMotor untuk memasarkan motor listrik secara luas.
  3. Fokus pada Segmen Premium: QJMotor menargetkan konsumen kelas menengah atas yang menginginkan performa dan gaya, segmen yang saat ini lebih cocok dengan motor bensin berteknologi tinggi seperti SRK 800 RR yang terinspirasi dari ajang World Superbike.
  4. Strategi Bertahap: Sebagai pendatang baru, QJMotor mungkin ingin membangun kepercayaan merek terlebih dahulu dengan produk konvensional yang sudah terbukti, sebelum melangkah ke segmen listrik yang lebih berisiko di pasar lokal.

Rencana Jangka Panjang

Meski motor listrik belum masuk dalam daftar saat ini, QJMotor tidak menutup pintu untuk masa depan. Dalam pernyataan resmi saat peluncuran di IIMS 2025, Huang Fei Teng, Presiden Direktur QJMotor Industry Indonesia, menyatakan bahwa mereka “berkomitmen untuk membawa standar baru dalam industri roda dua di Indonesia.” Rencana pembangunan pabrik lokal di Cikarang, Jawa Barat, dan jaringan Sales, Service, dan Spare Part (3S) menunjukkan keseriusan mereka menggarap pasar jangka panjang. Bisa jadi, motor listrik akan diperkenalkan setelah fondasi merek mereka lebih kuat.

Di pasar global, QJMotor memiliki model listrik seperti seri QJ Electric yang menawarkan efisiensi dan teknologi cerdas. Namun, strategi mereka di Indonesia tampaknya lebih condong untuk memanfaatkan basis penggemar motor bensin yang besar terlebih dahulu, sebelum beralih ke segmen yang masih berkembang seperti kendaraan listrik.

Tantangan dan Peluang

Pemerintah Indonesia terus mendorong adopsi kendaraan listrik dengan target 2 juta motor listrik di jalan pada 2030. Subsidi, insentif pajak, dan regulasi emisi ketat bisa menjadi pendorong bagi QJMotor untuk mempertimbangkan motor listrik di masa depan. Namun, untuk saat ini, mereka tampaknya memilih bermain aman dengan fokus pada mesin konvensional yang lebih diterima pasar.

QJMotor memasuki Indonesia dengan langkah berani, tetapi motor listrik belum menjadi bagian dari rencana awal mereka. Dengan fokus pada sport bike, cruiser, dan skutik bertenaga bensin, merek ini tampaknya ingin membangun reputasi di segmen premium sebelum menjajal pasar listrik yang penuh potensi sekaligus tantangan. Bagi penggemar motor listrik, Anda mungkin harus menunggu lebih lama untuk melihat logo QJMotor di kendaraan bertenaga baterai. Namun, untuk pecinta performa dan gaya klasik, QJMotor sudah menawarkan pilihan yang sulit dilewatkan di 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *